Kamis, 31 Maret 2011

This Is Me

Camp Rock Soundtrack


I’ve always been the kind of girl
That hid my face
So afraid to tell the world
What I’ve got to say
But I have this dream
Right inside of me
I’m gonna let it show 
It’s time to let you know
to let you know
This is real
This is me
I’m exactly where I’m supposed to be now
Gonna let light shine on me
Now I’ve found who I am
There’s no way to hold it in
No more hiding who I wanna be
This is me
Do you know what it’s like
To feel so in the dark
To dream about a life
Where you’re the shining star
Even though it seems
Like it’s too far away
I’ve got to believe in myself
It’s the only way
This is real
This is me
I’m exactly where I’m supposed to be now
Gonna let light shine on me
Now I’ve found who I am
There’s no way to hold it in
No more hiding who I wanna be
This is me
You’re the voice I hear inside my head
The reason that I’m singing
I need to find you
I gotta find you
You’re the missing piece I need
The song inside of me
I need to find you
I gotta find you
This is real
This is me
I’m exactly where I’m supposed to be now
Gonna let light shine on me
Now I’ve found who I am
There’s no way to hold it in
No more hiding who I wanna be
This is me
You’re the missing piece I need
The song inside of me
This is me
You’re the voice I hear inside my head
The reason that I’m singing
Now I’ve found who I am
There’s no way to hold it in
No more hiding who I wanna be
This is me

Selasa, 29 Maret 2011

Ratu Adil untuk PSSI


            Bagitu banyak musibah kemanusian terjadi di bangsa ini mulai dari masalah pajak, korupsi, sampai pada masalah yang terjadi pada induk organisasi sepak bola tertinggi di Indonesia, PSSI. Kisruh yang terjadi di PSSI merupakan masalah lama yang terus menggerogoti badan sepak bola tertinggi di Indonesia itu, namun ketidaktegasan hukum yang absurd menjadi kendala untuk penyelesaiannya. FIFA dalam peraturannya menjelaskan bahwa hukum dalam sepak bola yang diterapkan FIFA untuk seluruh anggotanya berbeda dan tidak dapat dicampuradukan dengan hukum positif dalam negara yang bersangkutan. Ini berarti dalam pelaksanannya apapun yang terjadi dalam tubuh PSSI, Pemerintah Indonesia dan penguasa yang menajabat tidak dapat mencampuri daerah PSSI. FIFA tidak segan-segan akan menjatuhkan sanksi bagi negara bila pemerintahnya ikut campur dalam persepakbolaan. Tercatat banyak negara yang sudah merasakan hukuman FIFA tersebut seperti Nigeria, Irak, bahkan negara sekelas Perancis pun pernah mendapatkannya. Hukuman yang diterima berbeda mulai dari larangan bertanding sampai pengeluaran dari keanggotaan FIFA. Hal tersebut menjadi dilema tersendiri dikarenakan perlunya kontrol dari masyarakat terhadap penyelenggaraan sepak bola dalam negeri karena hal yang demikian rawan akan adanya pihak yang otoriter.
            Masa kepemimpinan Nurdin Halid di PSSI yang dimulai tahun 2003 sampai saat ini menjadi sorotan tersendiri di masyarakat. Bagaimana tidak sudah dua periode Nurdin menduduki kursi kepemimpinan di PSSI dan mencalonkan diri lagi untuk periode ketiganya. Selain tidak dapat memberikan prestasi membanggakan kepada publik Indonesia, Nurdin juga banyak memberikan kontroversi dalam masa kepemimpinannya. Tercatat sudah dua kali Nurdin masuk penjara dan bersikukuh untuk tetap memegang jabatannya di PSSI sebagai Ketum dan akan memerintah dari balik jeruji penjara. Ditambah perilakunya terhadap timnas pada pergelaran piala AFF yang berindikasi sebagai kendaraan politik Nurdin Halid dan golongannya.
            Dalam pemilihan Ketum PSSI periode 2011-2015 pada awalnya muncul empat nama calon kandidat yang selanjtnya akan melewati tahap verifikasi sebagai Ketum PSSI sesuai standar FIFA. Sebutlah Arifin Panigoro, George Toisutta, Nurdin Halid, dan Nirwan Bakrie. Empat nama itu muncul sampai pada keputusan yang menyebutkan bahwa dua nama yaitu George Toisutta dan Arifin Panigoro tidak lolos dalam verifikasi berdasarkan keputusan FIFA, sementara dua calon lainnya yaitu Nurdin Halid dan Nirwan Bakrie lolos dalam tahap verifikasi hal tersebut terjadi sebelum FIFA menyatakan sikapya terhadap kisruh yang te rjadi pada PSSI.
            Lolosnya Nurdin Halid dalam tahap veifikasi sebagai calon kandidat Ketua Umum PSSI menjadi pertanyaan besar dalam masyarakat Indonesia terlebih bagi mereka pencinta sepak bola. Dalam statuta FIFA Pasal 32 ayat 4 disebutkan “they shall have already been active in football, must not have been previously found guilty of criminal offence and have residency within the territory of X”[1]. Masih dalam ingatan bagaimana Nurdin Halid terlibat dalam setidaknya empat kasus korupsi dan sempat dua kali mendekam di penjara. Kisah PSSI tidak berhenti di Nurdin Halid tetapi terus berlanjut dalam jajarannya. Nama-nama seperti Nugraha Besoes, Nirwan Bakrie, sampai dengan Andi Darussalam Tabusalla pun terindikasi sebagai aktor dari kerusakan PSSI.
            Pengelolaan keuangan yang tidak transparan, kepengurusan yang otoriter, tidak adanya regenerasi kepengurusan PSSI, sampai pada politisasi timnas menjadi bukti bahwa bagaimana kinerja PSSI yang tidak profesional. Ditambah dengan masala yang terus berlanjut terhadap pengunaan angaran belanja daerah yang sanagat rentan terhadap korupsi dan politisasi. Kecacatan sepak bola Indonesia tidak hanya terletak pada pihak internat PSSI, namun lebih panjan dari itu. Apabila ditarik benang panjang maka masalah dalam persepakbolaan Indonesia akan terus berlanjut sampai pada ranah politik yang menurut staua FIFA harus bersih dalam dunia sepak bola.
            Kemelut yang dihadapi sepak bola Indonesia bukanlah hanya sebatas kepengurusan dan sepak bola, tetapi lebih dari itu PSSI telah menciderai sportifitas yang seharusnya dimiliki oleh pengurus bahkan ketua dari organisasi olahraga di bangsa ini. Demokrasi, peraturan, sampai pada hukum di negeri ini seolah enjadi permainan dari Nurdin Halid. Beribu alasan diungkapkan sebagai wujud kilahnya dia terhadap bencana yang ditimbulkannya. Masalah yang dihadapi Indonesia saat ini bukan lagi pendudukan dari bangsa lain tetapi bagaimana negara ini bisa lepas dari penjajahan anak bangsanya sendiri. Orang yang menjadikan jabatan dan kekuasaan sebagai profesi bukan sebai wujud pengabdian untuk Indonesia yang lebih baik. Sepak bola Indonesia adalah milik seluruh rakyat Indonesia bukan milik kelompok demi pencitraan, timnas indonesia adalah sebelas putra anugerah Tuhan untuk merebut kebangaan bagi bangsanya bukan sebagai kendaraan politik golongan.
Saat sepak bola dikuasai oleh tikus pemerintahan untuk kepentingan, saat kemenangan untuk bahan pencitraan, saat kepercayaan diselewengkan pantaskah hanya diam ? diam untuk PSSI yang lebih terbelakang atau hanya menunggu ? menunggu timnas Indonesia menjadi pelayan politik kepenting an.
Sejatinya sepak bola Indonesai dipimpin oleh imam yang mengerti dan berani berjuang untuk majunya persepakbolaan Indonesia. Orang yang memiliki visi dan pandangan hidup untuk menjadikan timnas Indonesia kembali meraih supremasi sebagai macan Asia, gelar yang cukup lama melekat untuk Timnas Indonesia.


Apabila sepak bola digunakan untuk pencitraan
Pengaturan skor dan korupsi menjadi tradisi
Menuduh suara rakyat ditunggangi dan beralibi
Maka hanya ada satu kata : LAWAN !
Gubahan dari puisi Wiji Thukul, Peringatan.

Penantian Panjang Berakhir Sudah


Alhamdulillah, mungkin itu kata pertama yang sayaucapkan saat memastikan blog ini bisa dibuka kembali. Hampir dua bulan saya tidak menulis sesuatu diblog ini dan berindikasi ditutup oleh yang punya blogspot karena dianggap dapat memenuhi yang akan menjadikan 
kapasitas di blogspot berat hingga saya pun harus berhari-hari memendam keinginan untuk menulis ria diblog ini. Apapun nama dan teorinya itu kini blog saya dapat dibuka dan digunakan kembali, dan menjadi tempat curahan hati dan pikiran yang setia menjaga keautisannya.

berhari-hari aku menunggumu kembali
detik, menit, bahkan berbulan-bulan aku berusaha menyentuhmu
tapi, kosong
hasrat hanya menjadi keinginan
kuasa tak dapat termegahkan
hanya menunggu ku bisa
hanya berdoa ku dapat
kini engkau kembali
dengan sejuta keindahan akan keriduan
kemarilah sayang, kita berbicara mencurahkan rasa dalam kediaman
engkau, aku
hanya kita
dan Tuhan yang Esa
_perasaan atas kembalinya blog ini ^_^

Minggu, 30 Januari 2011

Maaf jika Saya "Perkasa"

Senyum nyiyir, dahi mengkerut ....
Mungkin itu tanggapan pertama kali saat melihat judul dari tulisan ini. Ya sudahlahh .... ini hanya sebagian dari isi hati dan pemikiran saya. Maaf jika ada yang tidak berkenan.

Hati menjadi pilu dan kelu saat mimpi ini tak dapat bertemu
Hasrat yang meninggi kini harus jatuh kembali
Tertohok oleh timbunan norma yang mendera
Kini mimpi hanya cidera dalam asa
Katika pilihan hanya menjadi dilema
Benar atau salah
Maka tidak ada jalan untuk mendua

Puisi pembukaan mungkin sedikit banyak dapat memberikan gambaran akan suasana dalam hati ini yang sebenarnya. Sudah lama kami (baca: kaum wanita) telah bosan atau kasarnya muak terhadap norma yang sangat menusuk untuk kami atau saya lebih tepatnya. Keinginan saya dengan manusia lainnya sama. Saya tidak meminta reformasi di sini, saya tidak membicarakan resuffle di sini, saya tidak menuntut penggulingan rezim apapun saat ini. Kejengahan terbuka saat saya yang merupakan seorang wanita harus terjebak dengan segala nilai. Bukan bermaksud untuk melanggar bahkan mengabaikan segala nilai yang seharusnya saya patuhi namun dengan tidak juga melarang segala yang saharusnya bisa saya lakukan tanpa menciderai hukum yang ada.

Senin, 10 Januari 2011

Pilihan Jalan


Saya percaya atau lebih tepatnya setuju bagi pemikiran untuk menunda usia nikah dengan alasan yang masuk akal. Penundaan usia untuk melengkapai sebagian dari agama itu dimaksudkan untuk mengejar semua yang saya impikan agar terwujud. Beribu bahkan berjuta impian saya telah menunggu untuk dijemput keberadaannya oleh saya, orang yang telah membuat keberadaannya, dan apakah saya harus melepaskan itu semua dalam waktu yang sangat singkat.
Saya memutuskan dari sekarang untuk menunda usia nikah disebabkan pemikiran bahwa saya ingin mengejar sesuatu dan mendapatkan apa yang belum tentu bisa saya dapatkan apabila saya sudah menikah. Bukan maksud saya untuk mengesampingkan untuk agama saya namun jalan yang saya ambil adalah untuk kabaikan banyak orang bahkan negara ini, bukankah sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang banyak memberikan manfaat bagi yang lain. Saya takut apa yang saya rencanakan untuk kebaikan bersama akan tertunda atau mungkin tidak terlaksana disebabkan kewajiban saya terhadap sisi lain. 
Saya hanya ingin memberikan yang terbaik untuk masa depan negeri ini agar lebih baik dan dapat merebut kembali kabanggaan yang telah lama hilang.

Sabtu, 08 Januari 2011

Saat Timnas Kami Dipolitisasi

Melajunya Timnas Indonesia ke puncak perhelatan sepak bola di regional ASEAN menjadi obat mujarab untuk mengobati perihnya duka negeri ini terhadap berbagai bencana yang terjadi mulai dari bencana alam sampai dengan bencana kemanusiaan. Ekspektasi yang luar biasa terhadap Timnas Indonesia merupakan hal yang wajar mengingat keringnya prestasi timnas sepuluh tahun terakhir ini namun tampilnya timnas di final Piala AFF menimbulkan fenomena tersendiri. Semakin meroketnya penampilan timnas begitu pula cobaan yang harus dihadapi sebelas lelaki kebanggaan rakyat ini. Ketika logo garuda yang merupakan ciri khas jersey timnas Indonesia ini digugat oleh seorang pengacara bernama David ML Tobing. Agak menggelitik memang karena penggunaan logo garuda itu sudah ada sejak tahun 1956 namun gugatan diajukan saat timnas Indonesia telah melaju sampai semifinal AFF Cup 2010. Mencari popularitas mungkin, mengingat hal apapun yang berhubungan dengan timnas saat ini sangat lahir manis untuk diperbincangkan sejalan dengan prestasi timnas.
hmm ... tapi ya sudahlah, toh hal tersebut tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap permainan Timnas Indonesia. Timnas kita berhasil menuntaskan targetnya untuk menempatkan satu tempat di babak final, hal yang telah kali keempat dirasakan Timnas Indonesia. 
Tetapi bagaimana halnya jika timnas kebanggaan rakyat Indonesia ini dijadikan kendaraan politik oleh elite politik di negeri ini demi pencitraan dimuka publik demi melancarkan segala keinginannya ? hal yang menggelikan memang melihat upaya mereka untuk membangun citra publik melalui salah satu olahraga favorit di negeri ini. Banyak agenda yang mereka rencanakan untuk seolah menggambarkan kebaikan hati mereka terhadap Timnas Indonesia. Bermula dari mengunjungi salah satu tokoh politik yang memiliki track record sangat buruk dalam kehidupan Indonesia dalam segala aspek. Patut dipertanyakan kenapa harus dengan AB timnas kami dibawa ? sementara orang nomer satu di negeri ini harus mendatangi lapangan untuk memberikan support untuk timnas ? terdapat hubungan apakah antara ketua organisasi sepak bola tertinggi di negeri ini dengan salah satu konglomerat itu ? ohh .. mungkin hanya perasaan saya yang tak beralasan saja untuk menebak-nebak apa yang terjadi antar keduanya.
Agenda selanjutnya adalah berdoa bersama. Baik memang, sangat sangat baik tetapi haruskah seperti itu ? Saya yakin kalau Tuhan dalam hal ini Allah tidak memihak dalam sepak bola kalaupun iya pasti dia menginginkan yang terbaik untuk semuanya termasuk negeri ini beserta masyarakatnya. Saya percaa Tuhan saya telah menetapkan apa yang terbaik tanpa intervensi dari siapapun selain berdoa, berusaha dengan hati yang bersih serta niat yang lurus.
Akibat agenda plesiran tersebut jadwal latihan serta persiapan untuk partai yang sangat berat yaitu final jadi terbengkalai. Akibatnya timnas gagal (lagi) merebut kebanggaanya yang telah lama hilang. Suporter Indonesia kecawa namun mereka dewasa untuk menerima segalanya. 
Beribu-ribu alasan didengung-dengungkan oleh petinggi organisasi sepak bola legal di negeri ini. termasuk menyalahkan atau lebih tepatnya lagi memfitnah timnas lawan. Hal tersebut tidak lain untuk menutupi betapa bodohnya perilaku mereka. Perilaku pecundang yang selalu haus akan kekuasaan. Akibatnya timnas kami kehilangan konsentrasi, kelelahan, dan apapun namanya itu yang membuat permainannya tidak menunjukan sebuah kwalitas. Belum lagi saat apa yang direncanakan pelatih dalam strategi permainan diacak-acak sesuka hati kalian dan dengan kehendak kalian untuk masuk-keluar ruang ganti pemain yang merupakan tempat otoritas dari pelatih yang juga akan mengganggu apa yang sudah dipertimbangkan.
Sungguh, perilaku kalian sangat memalukan bapak yang terhormat .....

Bencinya Saya kepada Anda


Autis
Barangkali itu yang diinginkan penguasa negeri ini untuk rakyatnya. Berbagai pemberitaan bobroknya negeri ini terus bermunculan silih berganti seolah ingin menggantikan dan ingin diperhatikan. Dalam proses pencerdasar pemberian berita yang aktual oleh mesia massa terutama televisi melalui stasiunnya merupakan salah cara untuk masyarakat negeri ini mengetahui secara jelas bagaimana keadaan negerinya namun bagaimana jika stasiun televisi yang seharusnya memberikan pencerahan kepada masyarakat dan bersikap netral dalam penyampaian pemberitaannya mulai dimiliki oleh seorang penguasa dan mulai ditunggangi oleh kebutuhan politiknya ?
Siapa yang dirugikan ?
Lawan politiknya kah ?
Seteru abadinya kah ?
Tidak tuan-tuan, rakyat bangsa ini yang dirugikan oleh ulah kalian. Apakah kalian menganggap rakyat adalah objek permainan politik kalian untuk meloloskan segala keinginan kalian.
Belum selesai penyelesaian terhadap suatu permasalahan kemudian muncul lagi permasalahan baru yang (juga) harus diselesaikan. Bagitu indah permainan tuan dalam hal ini namun besarnya rasa cinta kami terhadap tanah air ini tidak akan menyurutkan keinginan kami untuk membuat bagsa ini lebih manusiawi untuk ditinggali.
Segala macam cara Anda dan kroni-kroni Anda untuk membuat citra Anda begitu indah dihadapan publik. Kalian memanfaatkan milik kami untuk kebutuhan politik Anda. Anda menggunakan timnas kami untuk keuntungan pribadi Anda. Dimanakah hati nurani Anda wahai tuan yang terhormat ? atau memang itu semua sudah musnah tertimbun oleh ketamakan Anda untuk menguasai negeri ini.
Tuan, bangsa ini butuh mempertahankan kehormatannya, rakyat ini butuh merebut kembali harga dirinya namun kenapa Anda yang berbicara dibanyak kesempatan mencintai negeri ini dan mendukung timnas kebanggaan rakyat Indonesia melakukan hal bodoh bahkan memalukan dengan mengacak-acak timnas kami. Jangan Anda politisasi kebanggaan rakyat ini hanya untuk keuntungan Anda dan anak keturunan Anda. Banyak janji-janji manis yang akan Anda lakukan untuk timnas kami, namun mana realisasinya ? Apakah karena kami kalah dan Anda kehilangan banyak momentum untuk menambah pencitraan Anda ? Kalau terjadi yang demikian, maka kami patut bersyukur kepada Allah, Tuhan kami atas segala keputusannya.
Tak berhenti disitu tuan, belum selesai penjelasan Anda mengenai permasalahan yang lama bergulir lalu dengan begitu mudah Anda melemparkan permasalah baru yang menyangkut hajat hidup rakyat bangsa ini. Segala macam perekomonian Anda permainkan tuan, sungguh dimanakah hati nurani Anda ?
Omong kosong jika Anda mengatakan mencintai bangsa ini, tanah air kami.
Anda tidak melebihi seekor lintah yang setiap saat menggerogoti darah rakyat untuk kesejahteraan Anda dan anak keturunan Anda. Harta banyak, kedudukan strategis dalam pemerintahan, serta banyaknya pengikut setia Anda membuat seolah Anda sangat berkuasa atas negeri ini namu jangan lupa tuan, ada rakyat yang selalu mengawasi Anda dan siap pula kala waktu untuk meruntuhkan hegemoni Anda. Karena suara rakyat adalah suara Tuhan, kehendak rakyat adalah kehendak Tuhan.

Senin, 03 Januari 2011

Saya Besyukur Sejarah

Bukan jurusan favorit
Bukan pelajaran yang menyenangkan
Masa depan yang ada belum menjanjikan
Itulah sebagian kecil dari pernyataan orang-orang yang mengetahui bahwa jurusan yang saya ambil dalam menempuh kuliah di salah satu perguruan tinggi negeri yang katanya terbaik di negeri ini yaitu jurusan Sejarah tepatnya kalau di UI namanya Ilmu Sejarah.
bagaimanakah mereka bisa menilai sesuatu yang mereka belum tahu keberadaannya. Kenapa harus ada penilaian sepihak.
Dijurusan ini memang sedikit yang muncul sebagai orang besar di negeri ini tapi banyak lulusan jurusan ini yang banyak membawa pengaruh untuk sekitar bahkan Indonesia. Apakah orang hebat harus terkenal ? apakah orang hebat harus kaya ?
Banyak poin dalam jurusan ini tepatnya jurusan Ilmu Sejarah FIB UI yang memberikan pengaruh lebih dalam berpikir dan bertindak.
Bagaimana mungkin kesalahan yang terjadi pada masa lalu dapat terjadi (lagi) pada saat ini ?
Bukankah itu bagian dari tidak maunya orang-orang untuk mempelajari kehidupan bangsanya di masa lalu yang membuat kesalahan itu juga terjadi pada saat ini.
Sejarah mengajarkan negeri ini semuanya. Dia begitu lugu untuk menggambarkan dan menjelaskan apa kebobrokan negeri ini. Tetapi dia juga menyimpan banyak kenangan terhadap kejayaan negeri ini. Negeri yang katanya sangat subur hingga tongkat dan kayu bisa menjadi tanaman.
Sejarah begitu indah hingga ia pun akan mengindahkan siapa yang mengindahkannya.

Penilitian dalam membuatnya pun tidak sebatas dengan kemampuan untuk menjelajah atau menulis, tetapi lebih dari itu. kejujuran dan profesionalisme dalam tindakan dan bekerja memberikan nilai plus yang besar terhadap penelitiannya.
Penerimaan terhadap kesaksian narasumber juga menjadi pembelajaran tersendiri. Dalam mencari informasi kami (baca: mahasiswa ilmu sejarah) tidak serta merta dengan begitu saja dapat menetapkan seseorang sebagai narasumber dari suatu penelitian panulisan sejarah tetapi kami harus mengetahui sejauh mana keberadaan dia dari peristiwa sejarah yang dimaksud. Dalam kehidupan sehari-hari hal tersebut sangat dibutuhkan untuk membangun sifat kritis dalam menghadapi issue apapun, bagaimana mungkin ilmu yang sangat berguna dan bernilai ini bisa dipandang sebelah mata ?
ahh .. mungkin mereka belum mengetahui bagaimana cara mainset kami bekerja

Dan yang saya tahu jurusan ini sangat menarik, bagaimana mungkin kejadian masa lalu bisa ditelaah dan direkonstruksi ulang untuk pembelajaran untuk peradaban manusia yang lebih baik bahkan untuk kebaikan perjalanan suatu bangsa.

Ini hanyalah pandangan subjektif dari seorang mahasiswa jurusan Ilmu Sejarah yang sedikit menceritakan mengenai jurusannya.
Tentu isi yang ada di dalamnya berdasarkan pengelaman saya belajar di jurusan tersebut.

Minggu, 02 Januari 2011

Ketika Pahlawan itu Dilupakan

Aneh, mungkin
Wajar, hmm...
Itu kata-kata yang sempat menjelajah dipikiran saya. Bagaimana mungkin sebuah negara yang tumbuh dan besar dengan perjuangan para pahlawannya dengan sangat begitu mudah melupakan bahkan menghina pahlawan yang telah berjuang besar untuk membesarkan nama bangsa ini ditingkat internasional. tentu bukan pahlawan seperti biasanya yang saya ungkap disini melainkan salah satu pahlawan sepak bola Indonesia yaitu Bambang Pamungkas atau yang lebih dikenal dengan panggilan Bepe. Pemain yang akrab dengan nomer punggung 20 ini telah lebih dari 11 tahun (saat 2011) membela timnas Indonesia, selama itu pula prestasi bepe untuk membanggakan negeri ini terus menanjak.
Pada tulisan ini yang saya soroti adalah bagaimana ekspektasi publik terhadap seorang Bepe menurun seiring menurun pula kwalitas permainannya. Usia yang terus berlanjut, munculnya pemain muda sepak bola Indonesia dengan segala kelebihannya, dan berbagai kondisi terkini sepak bola Indonesia yang juga berdampak terhadap pandangan publik terhadap kinerja Bepe. Tapi memang seperti itulah hidup, ada saatnya kita mulai, namun ada pula waktunya kita sadar untuk turun dalam hal ini yaitu atraksi Bepe dalam mengolah sikulit bundar.
Keyakinan terhadap Bepe untuk berbuat banyak bagi Timnas Indonesia mulai menurun apalagi untuk membawa timnas ini berjaya dalam suatu pergelaran mengingat dalam sebelas tahun kiprahnya di Timnas Indonesia belum menghasilkan satu tropipun, namun apakah terlalu adil jika kita menilai seseorang hanya dua tahun belakangan dengan segala kekurangannya dan melupakan sembilan tahun lainnya dengan semangatnya untuk membuat bangga bangsa ini beserta rakyatnya dengan jalan yang digelutinya, olahraga kebanggaan dan favorit rakyat Indonesia, sepak bola. Lebih bijak apabila kita melihat keseluruhan perjalanan dari seseorang apalagi jika orang tersebut banyak membuat kebanggaan negeri ini terlepas dari mana klub yang dibelanya.
Turunnya performa pemain bola di lapangan dapat terjadi pada siapapun termasuk pemain bola kelas dunia. Sebut saja David Beckham, Ronaldo, Ronaldinho, atau siapapun. Masih ingat dalam bayangan betapa hebatnya mereka bermain-main dengan sikulit bundar bahkan banyak gelar yang mereka berikan untuk klub dan negaranya baik pergelarang tingkat nasional maupun internasional. Bahkan banyak rekor yang mereka ukir sampai pada pembelian dari klub papan atas Eropa dengan harga yang selangit, namun apakah itu berjalan terus menerus ? semua itu berhenti pada suatu titik dimana performa mereka menurun dan lambat laun juga akan memberikan tempat untuk wajah yang lebih muda, tetapi tidak serta merta dengan sebegitu mudah kita melupakan bahkan menghina dan menghujat ketika permainan yang ditampilkan tidak sesuai dengan harapan tanpa melihat sisi lain dari sebuah pertandingan dan penampilan dan sebuah suksesi sejarah.

Tulisan ini tidak serta merta hanya sebatas bentuk dukungan terhadap Bepe dalam kerier sepak bolanya namun lebih dari itu untuk mengingatkan diri sendiri dan orang lain terhadap apayang sebaiknya dilakukan untuk menyikapi setiap permasalah "musiman" yang terjadi dengan melihat sisi lainnya tanpa mengguatkan etnosentrisme.